Knalpot.. SiP…pNY…

December 17, 2007

KNALPOT KARBON LOKAL

Meredam bising knalpot tak cuma andalkan penutup moncong knalpot atau pasang katup buluh, lho. Sekarang beredar knalpot berbaju karbon yang konon mampu meredam suara. Harga jualnya berkisar Rp 250-600 ribu.

Misal knalpot Spitfire yang tabung peredamnya berlapis serat karbon. “Dijamin ngebass bulet walau tanpa glasswool tebal. Stoknya untuk semua motor jenis 4-tak,” yakin EM Cholig, punggawa Raja Motor di Jl. Raya Ciledug, Kreo, Tangerang.

Imanuddin, bos D2 Racing pun melempar knalpot variasi karbon bermerek D2 untuk bebek 4-tak balap dan Satria F-150. Analisa pembalap senior ini, “tabung knalpot nggak cepat panas. Pastinya, tampang motor makin keren,” ujar Iman yang buka toko di Jl. KH Mas Mansyur, No. 81B, Jakarta Pusat.

Kalau dibandingin, knalpot karbon impor macam Yoshimura, Arrow dan Two Brothers pasti ada bedanya. “Kita bikin tetap dengan tabung aluminium dilapis karbon. Kalau langsung karbon bisa aja, cuma hasilnya jadi rapuh dan gampang retak,” sosor Iman.

Selamat datang knalpot karbon lokal! Yongki

( Nara Sumber www.Honda-Tiger.or.id )

Desain Knalpot Masa Depan

December 17, 2007

 Berisik Tidak Dilirik

Isu razia emisi suara knalpot di Bandung, konon kabarnya berdampak buruk pada produsen dan penjual knalpot racing. Pasar terus merosot memprihatinkan. Bukti bahwa knalpot berisik sudah tidak lagi dilirik. “Gila! Turun hampir 70%,” teriak Asep Hendro juragan knalpot AHRS dari markasnya di Perumahan Bumi Ampel, Depok.

Tentu saja mesti disikapi cepat oleh pembuat knalpot racing masal. Jika cuek, jualan pasti terus menurun. Perlu strategi baru untuk meredam susutnya penjualan. Utamanya soal suara yang berpengaruh dengan desain knalpot. Seperti sudah dilakukan beberapa produsen knalpot tertentu juga perancang baru.

Read more »

Astronomi

December 17, 2007

Cincin Saturnus Berusia 4,5 Miliar Tahun

 

NASA/ JPL/ Space Science Institute

Cincin baru di Saturnus terlihat dari kamera wahana Cassini dari jarak 2,2 juta kilometer.

LOS ANGELES, SENINLapisan gas, debu, dan es yang membentuk cincin mengelilingi Planet Saturnus mungkin setua tata surya. Pendapat tersebut dapat mematahkan teori sebelumnya yang memprediksi bahwa lapisan cincin tersebut baru terbentuk di zaman Dinosaurus.

Berdasarkan data wahana Voyager milik NASA yang diluncurkan sejak tahun 1970-an, para astronom berpenmdapat cincin Saturnus termasuk objek muda. Lapisan tersebut kemungkinan berasal dari pecahan-pecahan yang terbentuk karena tabrakan meteor ke bulan di sekitar Saturnus 100 juta tahun lalu.

Read more »

TiKus RakSAsa

December 17, 2007

 

Yahoo 60 Minutes

Bruce Beehler (kiri) dari Conservation Internastional mengangkat tikus berukuran besar yang ditemukan di Foja, Papua.
 

 
 
 
 


Tikus Raksasa Ditemukan di Pedalaman Hutan Papua

JAKARTA, SENINEkspedsi lanjutan yang dilakukan sejumlah ilmuwan dalam dan luar negeri di kawasan Pegunungan Foja, Papua berhasil mengungkap dua spesies mamalia baru. Masing-masing jenis tikus raksasa dan sejenis tupai yang berukuran sangat kecil.

Kedua jenis hewan ditemukan gabungan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Conservation International (CI) saat mengunungi wilayah tersebut pada Juni 2007. Pada ekspedisi pertama yang dilakukan akhir tahun 2005 lalu, para ilmuwan terkejut saat menemukan puluhan jenis satwa yang baru bagi dunia sains dan kenakearagaman hayati yang sangat kaya sehingga kawasan tersebut mendapat julukan ’surga yang hilang’.

Read more »

Bola AJa..

December 17, 2007

PSIM Sementara Ungguli Persebaya 1-0

Tuan rumah PSIM Yogyakarta unggul 1-0 atas Persebaya Surabaya pada babak pertama pertandingan putaran kedua Sepakbola Divisi Utama Liga Djarum Indonesia 2007 wilayah timur yang digelar di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Kamis sore.

Pertandingan berlangsung di bawah guyuran hujan pada awal babak pertama, sehingga kedua tim bermain lamban. Namun demikian, pemain PSIM Seto Nurdiyanto berhasil mencetak gol setelah menjebol gawang Persebaya dari luar kotak penalti pada menit 26, karena gagal ditepis kiper Eki Sabililah.

Permainan kedua tim tetap berjalan alot hingga berakhirnya pertandingan babak pertama. Pada kesempatan itu, wasit Yesayas Leihitu dari Jakarta mengeluarkan kartu kuning untuk pemain PSIM Yogyakarta, Abda Ali.

Kedudukan 1-0 tersebut tetap bertahan hingga akhir pertandingan babak pertama yang ditonton sekitar 5.000 orang.(LDI/hep)

( Nara Sumber www.LigaDjarum.com )

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.